Putra dari Jamal Khashoggi Merantau ke Washington

Putra tertua dari jurnalis Jamal Khashoggi, Salah, dan keluarganya, telah meninggalkan Arab Saudi dan terbang ke Washington, AS. Salah dapat meninggalkan kerajaan setelah larangan bepergian yang sempat dijatuhkan kepadanya dicabut oleh pemerintah Arab Saudi.

Demikian disampaikan organisasi pengawas hak asasi menusia, Human Right Watch (HRW). “Salah dan keluarganya telah terbang menuju Washington DC,” kata Sarah Leah Whitson, direktur eksekutif HRW untuk Timur Tengah dan Afrika Utara, Kamis (25/10/2018), mengutip seorang teman keluarga tersebut. Salah memiliki kewarganegaraan ganda AS dan Arab Saudi.

Menurut rekan keluarga, anggota keluarga Salah yang lain, termasuk saudara-saudaranya, telah tinggal di AS. Khashoggi juga pindah ke AS sejak meninggalkan Saudi pada September 2017, karena merasa hidupnya terancam.

“Sungguh tragis bahwa kematiannya (Khashoggi) justru yang membuat otoritas Saudi memberikan mereka kebebasan untuk melakukan perjalanan,” kata Randa Slim, direktur resolusi konflik di Institut Timur Tengah, yang mengenal sang jurnalis secara pribadi.

Ditambahkan Whitson, pencabutan larangan bepergian untuk Salah dan keluarganya telah memberi kelegaan, namun dia mengingatkan kembali akan banyaknya warga Arab Saudi yang masih menghadapi larangan yang sama.

“Kita harus ingat ada ratusan, bahkan mungkin ribuan, warga Arab Saudi yang masih menghadapi larangan bepergian dan ditahan tanpa keadilan,” ujarnya kepada AFP. Seorang pejabat di Washington mengatakan, Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo telah meningkatkan perlindungan dan keamanan bagi anggota keluarga Khashoggi dengan kepemimpinan Saudi.

Namun dia menolak memberikan rincian tentang perjalanan Salah. Sebelum meninggalkan Arab Saudi, Salah dengan ditemani pamannya, telah bertemu langsung dengan Raja Salman dan Putra Mahkota Mohammed bin Salman di Istana Kerajaan, pada Selasa (23/10/2018). Dikabarkan media Saudi, dalam pertemuan tersebut, pihak keluarga kerajaan menyampaikan bela sungkawa atas tewasnya Jamal Khashoggi.

Para aktivis menilai, dalam pertemuan tersebut pemerintah Saudi diyakini mencabut larangan bepergian untuk Salah dan keluarganya, yang diperkuat dengan beredarnya foto Salah berjabat tangan dengan Putra Mahkota.

Pemerintah Arab Saudi saat ini menghadapi tekanan dari banyak pihak yang masih memandang skeptis pengumuman mereka yang mengakui kematian Khashoggi di kantor konsulat di Istanbul, pekan lalu.